a)
Pengertian Mata
Mata dalam
bahasa latinnya adalah oculus sedangkan dalam bahasa Inggrisnya adalah
eye. Mata adalah indera penglihatan dan merupakan organ yang dapat menangkap
perubahan dan perbedaan cahaya.. Mata merupakan salah satu panca indera
manusia.tanpa mata, kita tidak dapat melihat benda-benda yang ada di dunia ini.
Mata bisa melihat apabila ada cahaya. Dalam gelap mata tidak dapat melihat,
karena tidak ada cahaya yang masuk ke dalam mata.
b) Bagian-bagian Mata dan Fungsinya

Gambar
1. Bagian-bagian mata
Sumber: Handayani, Sri
dkk. 2009. Fisika 1. Jakarta :
Departemen Pendidikan Nasional.
Organ
mata dapat dibedakan menjadi dua bagian yaitu organ mata bagian luar dan organ
mata bagian dalam. Organ bagian luar pada umumnya berfungsi untuk melindungi
organ mata bagian dalam. Sedangkan organ mata bagian dalam berfungsi untuk
menerima cahaya yang masuk kemudian meneruskannya ke otak.
I . Organ Mata Bagian Luar
Yaitu
organ mata yang letaknya diluar bola mata yaitu seperti kelopak mata, alis mata
dan bulu mata. Kelopak mata berfungsi untuk menutupi dan melindungi mata. Alis
mata berfungsi untuk menahan keringat dan air hujan masuk ke dalam bola mata,
selain itu alis mata juga berguna untuk mempercantik dan memperindah organ
mata. Bulu mata berfungsi untuk menyaring cahaya yang masuk serta melindungi
mata dari benda-benda asing.
II . Organ Mata Bagian Dalam
Organ
mata bagian dalam adalah organ-organ yang membentuk bola mata. Adapun organ
mata bagian dalam sebagai berikut :
- Kornea mata (selaput bening), berfungsi untuk menerima cahaya dari sumber cahaya dan meneruskannya ke bagian mata yang lebih dalam dan berakhir di retina. Sifatnya tidak berwarna (bening) dan tidak punya pembuluh darah. Bila terjadi kerusakan maka dapat menyebabkan kebutaan.
- Iris (selaput pelangi), terletak di tengah-tengah bola mata, dibelakang kornea. Warna iris dipengaruhi oleh jenis ras atau bangsa.
- Pupil (anak mata), berfungsi untuk mengatur banyaknya cahaya yang masuk. Dengan demikian cahaya tidak terlalu banyak (menyilaukan) atau terlalu sedikit (redup). Fungsi anak mata atau pupil sama dengan fungsi diafragma pada alat potret (kamera). Sifatnya jika cahaya teralalu banyak, pupil akan mengecil. Tapi apabila cahaya terlalu sedikit, pupil akan membesar. Pupil adalah celah bulat yang ada di tengah-tengah iris.
- Lensa mata, berfungsi untuk memfokuskan dan meneruskan cahaya yang masuk ke mata agar jatuh tepat pada retina (selaput jala). Dengan demikian, mata dapat melihat dengan jelas. Selain itu lensa juga punya fungsi untuk mencembung dan memipih untuk memfokuskan jatuhnya cahaya. Letak lensa ini terletak di tengah-tengah bola mata, yaitu di belakang anak mata (pupil) dan selaput pelangi. Sifatnya bila kita mengamati benda letaknya dekat, maka mata berakomodasi dengan kuat. Akibatnya, lensa mata menjadi lebih cembung, dan bayangan dapat jatuh tepat di retina. Namun sebalinya apabila kita mengamati benda yang letaknya jauh, maka mata tidak berakomodasi. Akibatnya, lensa mata berbentuk pipih. Kemampuan lensa mata untuk mengubah kecembungannya ini disebut daya akomodasi.
- Badan bening, fungsinya untuk meneruskan cahaya yang telah melewati lensa. Cahaya itu selanjutnya disampaikan ke selaput jala. Letak badan bening adalah di belakang lensa, bentuknya seperti agar-agar.
- Retina (selaput jala), adalah bagian yang paling peka terhadap cahaya. Khususnya bitik kuning. Retina berfungsi menangkap dan meneruskan cahaya dari lensa ke saraf mata. Di dalam selaput jala terdapat ujung-ujung saraf penerima, letaknya merupakan selaput yang terletak paling belakang.
- Saraf mata, atau saraf optik ini berfungsi untuk meneruskan rangsang cahaya ke otak. Informasi-informasi yang dibawa oleh saraf nantinya akan diproses di otak. Dengan demikian kita dapat melihat suatu benda.
c)
Cara Kerja Mata
Syarat kita dapat melihat benda adalah harus ada cayaha. Cahaya
dapat berasal langsung dari sumber cahaya atau berasal dari cahaya yang
dipantulkan oleh benda-benda yang ada di sekeliling kita. Cahaya masuk menembus
kornea, terus melewati lensa mata, dan akhirnya sampai ke retina. Bayangan
benda jatuh tepat di bintik kuning, bersifat nyata, terbalik, dan diperkecil.
Bayangan itu merupakan rangsangan atau informasi yang dibawa oleh syaraf
penglihatan menuju pusat syaraf penglihatan di otak. Di otak, rangsangan
ditafsirkan dan barulah kemudian kita mendapat kesan melihat benda.

Gambar 2. Impulse Mata
d) Daya
akomodasi
Daya akomodasi (daya suai) adalah kemampuan otot
siliar untuk menebalkan atau memipihkan kecembungan lensa mata yang disesuaikan
dengan dekat atau jauhnya jarak benda yang dilihat. Manusia memiliki dua batas
daya akomodasi (jangkauan penglihatan) yaitu Titik terdekat yang mampu dilihat
oleh mata dengan jelas disebut titik dekat mata (punctum proximum/PP). Jarak baca normal atau titik dekat mata
adalah sekitar 25 cm. Titik terjauh yang dapat dilihat oleh mata dengan jelas
disebut titik jauh mata (punctum remotum/PR). Pada saat melihat benda yang
berada di titik jauhnya, mata berada dalam kondisi tidak berakomodasi. Jarak
titik jauh mata normal adalah di titik tak hingga (~).

Gambar 3. Daya Akomodasi
Sumbert: http://aktifisika.wordpress.com/tag/daya-akomodasi/
e)
Jenis-jenis Cacat Mata
Jika
kita memiliki penglihatan yang baik, maka semestinya kita dapat melihat benda
secara jelas pada jarak 25 cm atau lebih. Namun pada kenyataannya banyak orang
yang merasa memerlukan koreksi pada penglihatan. Ketidaknormalan penglihatan
dinamakan cacat mata (aberasi). Terdapat beberapa cacat mata yang akan
kita bicarakan disini, antara lain rabun jauh (miopi), rabun dekat (hipermetropi),
mata tua (presbiopi), dan asigmatisma (silindris). Untuk
memperoleh penglihatan normal, bayangan suatu benda harus difokuskan tepat pada
retina.Jenis-jenis cacat mata sebagai berikut;
1 ) Rabun
jauh (miopi)
Miopi adalah kelainan mata yang
sangat umum terjadi dimana bola mata mengendur sehingga jarak bola mata dari
depan ke belakang terlalu jauh. Orang
yang menderita rabun jauh atau miopi tidak mampu melihat dengan jelas objek yang jauh tapi tetap mampu melihat
dengan jelas objek di titik dekatnya (pada jarak 25 cm). Titik jauh mata orang
yang menderita rabun jauh berada pada jarak tertentu (mata normal memiliki
titik jauh tak berhingga). Mata miopi ditolong dengan kacamata
berlensa cekung (negatif).
Lensa divergen atau lensa cekung atau lensa negatif dapat membantu lensa mata
agar dapat memfokuskan bayangan tepat di retina.

Gambar
4. Rabun Jauh
Sumber:
http://www.ittelkom.ac.id/admisi/elearning/prog3.php?proses=1&kd=Fis-010501&bab=Alat%20Optik&judul=Fisika&rincian=Mata&kd_judul=Fis-01&kode_bab=05&kode_sub=01
Gambar 5.
Pembentukan bayangan pada mata myopia (a) sebelum menggunakan lensa cekung dan
(b) setelah menggunakan
Jarak
fokus lensa dan kuat lensa yang digunakan untuk memperbaiki mata yang mengalami
rabun jauh dapat ditentukan berdasarkan persamaan lensa tipis dan rumus kuat
lensa.
Keterangan: s : jarak tak hingga (titik jauh
mata normal/jarak
benda ke mata)
f
: fokus lensa kaca mata dan
s’ : titik jauh mata (PR).
2 ) Rabun
dekat (hipermetropi)
Hipermetropia
yaitu kelainan mata yang tidak dapat melihat dekat. Pada tipe ini mata terlalu
pendek atau lensa mata terlalu datar, sehingga bayangan terbentuk dibelakang
retina. Orang yang menderita rabun dekat
atau hipermetropi tidak mampu melihat dengan jelas objek yang terletak di titik
dekatnya tapi tetap mampu melihat dengan jelas objek yang jauh (tak hingga).
Titik dekat mata orang yang menderita rabun dekat lebih jauh dari jarak baca
normal (PP > 25 cm). Cacat
mata hipermetropi dapat diperbaiki dengan menggunakan lensa konvergen yang
bersifat mengumpulkan sinar.

Gambar
6. Rabun Dekat
Gambar 7. pembentukan Bayangan pada
mata hipermetropi (a) sebelum menggunakan kacamata dan (b) sesudah menggunakan
kacamata
Sumber:
http://aktifisika.wordpress.com/tag/daya-akomodasi/
Jarak
fokus lensa dan kuat lensa yang digunakan untuk memperbaiki mata yang mengalami
hipermetropi dapat ditentukan berdasarkan persamaan lensa tipis dan rumus kuat
lensa.

Di sini jarak s adalah jarak titik dekat mata normal
(25 cm), dan s’ adalah titik dekat mata (PP). Prinsip dasarnya adalah
lensa positif digunakan untuk memindahkan (memundurkan) objek pada jarak baca
normal menjadi bayangan di titik dekat mata tersebut sehingga mata dapat
melihat objek dengan jelas. Bayangan yang dibentuk lensa cembung
harus berada pada titik dekat mata penderita rabun dekat. Karena bayangan yang
dihasilkan lensa cembung berada di depan lensa maka harga s’
adalah
negatif.
3 ) Mata tua (presbiopi)
Orang-orang yang sudah lanjut usia mengalami gangguan
penglihatan terhadap benda-benda yang letaknya dekat maupun terlalu jauh.
Sebenarnya gangguan ini bukan masuk golongan cacat mata. Pada usia tua,
otot-otot lensa mata telah mengendur sehingga daya akomodasinya berkurang.
Jarak bacanya tidak lagi 25 cm seperti halnya pada mata normal, tetapi lebih
jauh lagi. Biasanya orang yang sudah tua membaca tulisan dengan dijauhkan dari
matanya.
Penderita prebiop dapat ditolonng dengan kaca mata berlensa rangkap, yaitu lensa cembung dan lensa cekung dalam satu lensa. Bagian atas cekung untuk melihat benda yang jauh dan bagian bawah cembung untuk membaca.
Penderita prebiop dapat ditolonng dengan kaca mata berlensa rangkap, yaitu lensa cembung dan lensa cekung dalam satu lensa. Bagian atas cekung untuk melihat benda yang jauh dan bagian bawah cembung untuk membaca.

Gambar 8. Presbiopi
Sumber:http://www.ittelkom.ac.id/admisi/elearning/prog3.php?proses=1&kd=Fis010501&bab=Alat%20Optik&judul=Fisika&rincian=Mata&kd_judul=Fis-01&kode_bab=05&kode_sub=01
4
) Astigmatisma (mata silindris)
Astigmatisme adalah suatu
kelainan refraksi dimana sinar sejajar dengan garis pandang oleh mata tanpa
akomodasi dibiaskan tidak pada satu titik tetapi lebih dari satu titik. Astigmatisma
adalah kelainan mata yang disebabkan kelengkungan kornea matanya yang tidak
berbentuk bola sehingga sinar-sinar yang masuk tidak
terpusat sempurna. Akibatnya, benda yang dilihat ada bayangannya.
Penderita ini dapat dibantu dengan kacamata berlensa silindris.

Gambar 9. Astigmatisma (mata silindris)
Sumber: http://www.ittelkom.ac.id/admisi/elearning/prog3.php?proses=1&kd=Fis-010501&bab=Alat%20Optik&judul=Fisika&rincian=Mata&kd_judul=Fis-01&kode_bab=05&kode_sub=01
Untuk mengetahui visus (Ketajaman
Penglihatan) adalah dengan menggunakan suatu pecahan matematis yang
menyatakan perbandingan 2 jarak, yang juga merupakan perbandingan ketajaman
penglihatan seseorang dengan ketajaman penglihatan orang normal. Dalam praktek
digunakan optotype dari Snellen. Rumus Mengukur Visus
V =
............................................................(5)
Ket : V= Visus
d = jarak antara
optotype dengan subjek yang diperiksa
D = jarak sejauh mana
huruf-huruf masih dapat dibaca mata normal
Jika distorsi terjadi pada kornea, disebut
astigmatisme kornea, sedangkan jika distorsi terjadi pada lensa, disebut
astigmatisme lentikular.
3.KESIMPULAN
Mata sebagai alat indra
penglihatan dapat dipandang sebagai alat optik yang sangat penting bagi manusia.Mata memiliki bagian luar dan bagian dalam yang
memiliki peran masing-masing.Pada mata memiliki titik terdekat yaitu 25 cm dan
titik terjauh (~).Tidak
semua orang yang bisa melihat dengan normal dalam hal ini kami membahas
jenis-jenis cacat mata beserta cara mengatasinya.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar